Produk Maicih

Icihers mau tau ngga nih proses pembuatannya seperti apa? Sesuai dengan penuturan Pak Mentri Pangan Maicih, prosesnya itu dua kali penggorengan loh, dari minyak panas selanjutnya ke minyak dingin untuk penirisan. Kenapa harus dua kali? Karena ingin mencari tekstur kerupuk biar jadi bantet. Setelah itu masuk deh ke penggaloan bumbu. Pertama dari cheese powder-nya dulu, diaduk sampe seluruhnya merata, baru kemudian ditaburin deh bubuk cabenya. Terus hasilnya? Kombinasi 60% pedes dan 40 % keju pun tercipta!

web-seblak-keju

Rasa yang pas, yang dijamin bakal bikin Icihers ketagihan. Secara garis besar, kurang lebihnya proses produksinya seperti itu ya Icihers, ngga bisa disebutin secara rinci juga ya. Bukan apa-apa nih, takut ada yang ngikutin. Hehehe…

web-basreng
Baso goreng yang dipotong panjang  berada ditengah-tengah dalam sebuah tempat menyerupai mangkuk dan beralaskan daun pisang. Sementara bumbu-bumbu yang menjadi bahan dasar pembuatan basreng tertata dengan baik, mulai dari bawang merah, bawang putih, dan cabai merah.

web-gurilem
Yang paling mencolok adalah gambar gurilem yang di simpen diatas cobek yang terbuat dari kayu. Tampilan komposisi dari gurilem itu juga ngga kalah ‘wah’. Bawang merah ditampilkan dengan kondisi terikat disamping botol berisi minyak sayur. Irisan bawang merah dialasi daun pisang bersama cabai merah, bawang putih, kacang, dan tepung kanji halus dan kasar. Sementar sentuhan menarik terlihat dari garam yang dibuat berserakan dengan kombinasi cabai merah diatasnya.

web-seblak

Hal yang paling menarik dari bungkus seblak ini yaitu tempat penyimpanan seblak itu sendiri. Kalau yang lain pake cobek, seblak justru pake kaleng kerupuk yang banyak di warung-warung! Amazing kan? Ya, unsur sederhana dan memasyarakatnya emang dapet banget. Selain itu dibungkus seblak juga ada serbet yang merupakan kain lap tradisional yang sering dipake di dapur. Nah, kalau kerupuk mentahnya, ditampilin dengan bentuk yang menarik, yaitu disimpen disebuah wadah dari kayu yang posisinya dibuat tumpah. Komposisi bumbu dasar seperti bawang merah, bawang putih, cabai, tepung kanji, dan penyedap rasa semuanya disimpan diatas sebuah talenan berwarna putih. Sementara botol berisi minyak sayur berada diantara serbet dan talenan.

web-level3
Setiap level tertera jelas dan gampang diliat. Angkanya dibuat gede biar Icihers bisa liat dengan jelas, dan diberi sentuhan cabai merah segara dibawahnya agar memberi kesan bahwa keripik ini memang sangat segar. Warna kripik dari level tiga ngga semerah level lainnya. Icihers bisa liat ada gambar cabe keriting, bawang merah, bawang putih, daun jeruk, minyak sayur, dan singkong yang terbelah pastinya. Keripiknya disimpan di atas cobek yang fungsi aslinya untuk menghaluskan bumbu-bumbu dapur. Begitu juga dengan cabai keriting, bawang putih dan daun jeruk. Semuanya disimpan diatas cobek. Sementara bawang merah yang utuh dan sudah diiris tipis dibiarkan berserakan diatas alas tirai bambu. Singkong disisipkan bagiannya sedikit, dengan kondisi yang sudah terbelah dua dengan pisau yang masih berada dibelahan singkong tadi. Kesan yang sangat sederhana tapi luar biasa

web-level5
Secara keseluruhan, tidak ada perbedaan mencolok di level lima ini dengan level sebelumnya. Buat ngebedain level lima sama yang lain, pertama Icihers bisa liat angka level yang ada di bungkus. Selain itu hal yang bisa Icihers liat yaitu gambar keripik yang ada dibungkusnya pasti lebih merah dibanding level sebelumnya.

web-level10
Gambar di level sepuluh sama dengan yang ada dilevel lima dan level tiga, yang ngebedain itu adalah harga yang tertera, karena memang level 10 beda harga sama level yang lain.

Sumber

@infomaicih
Category